Sinema: Cakrawala, Menembus Ujung Batas Pandang Mata

Assalamualaikum wr. wb.

Tak terasa Madani International Film Festival 2022 (Madani IFF 2022) tahun ini memasuki tahun yang kelima. Kami hadir kembali untuk merayakan keberagaman muslim dunia. Kami bangga untuk terus memperjuangkan semangat sinema independen melalui pemutaran film dari ufuk-ufuk masyarakat muslim belahan dunia timur maupun barat.  

Tahun ini sebagian besar program akan dilaksanakan dalam mode tatap muka, yang dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki. Kami sangat senang dapat menggunakan lagi ruang publik seni seperti Kineforum dan area Taman Ismail Marzuki yang selama dua tahun terakhir dalam proses revitalisasi. Kita akan merasakan kembali magisnya cakrawala kisah manusia dalam visual dan tata suara layar lebar.

Ufuk menjadi kiblat perbincangan Madani IFF 2022, di mana kita memandang ujung terjauh titik pandang dan perjalanan manusia lewat 70 film dari 22 negara, dan 15 diskusi dari 30 pembicara dalam dan luar negeri. Program Madani IFF 2022 antara lain adalah Perempuan Dunia Madani, East Cinema, Madani Classics, dan pemutaran puluhan film pendek dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Senegal, Lebanon, Iran, Syiria, Palestina, Singapura, Ceko, dan Austria. Sebanyak 2.214 film telah berpartisipasi dalam open submission program yang kami buka sejak Juli–Agustus 2022.

Dengan dukungan Kemendikbudristek dan Dewan Kesenian Jakarta, Madani tahun ini kembali dapat terselenggara. Pembukaan dan Penutupan Madani IFF 2022 akan hadir secara luring di Epicentrum XXI. Adapun film yang kami daulat sebagai film pembuka adalah The Perfect Candidate (Arab Saudi, 2019) sedangkan film penutup Until Tommorow (Iran, 2022). 

Tahun ini kami juga bekerja sama dengan PickLock Films dengan dukungan Kemendikbudristek untuk memproduksi seri dokumenter berjudul The Quest untuk menelusuri peradaban Islam dan kehidupan masyarakat muslim Nusantara, yaitu Aceh dan Bali. Kami juga senang dapat merayakan kesempatan ini bersama komunitas-komunitas sinema di Aceh, Palembang, Sukabumi, Jember, Ambon hingga Kupang, yang turut serta menayangkan dan memperbincangkan film-film di Madani IFF tahun ini.

Kami berterima kasih kepada semua yang telah memberikan waktu dan kontribusi mereka dalam berbagai cara sebagai penasihat, pendukung, kurator, kontributor, tim kerja, dan relawan. Mari bertemu di ruang-ruang dan perbincangan nan madani, melalui sinema menembus cakrawala dan batas pandang mata kita.

Salaam,

Sugar Nadia Azier

Direktur Festival 

Madani International Film Festival