MENUJU JAKARTA KOTA SINEMA

Assalamualaikum,

Akhirnya, Festival Film Internasional Madani Kembali luring! Sebelumnya, festival ini terpaksa daring pada 2020 dan 2021 karena wajib mengikuti prokes terkait pandemik COVID19. Pemutaran luring dalam dua tahun terakhir itu hanya terjadi di pembukaan dan penutupannya, Oktober 2021.

Tentu saja kembali luringnya festival film ini patut disambut baik. Karena, seperti festival film lainnya, untuk pertama kalinya sejak 2020 Madani akan mempertemukan semua pemangku kepentingan dalam konteks Madani secara tatap muka langsung: penonton, kritikus, jurnalis, produser film dan sutradara, distributor dalam dan luar negeri,  dan banyak lagi.

Diharapkan, penontonnya bisa menjamah ke lebih banyak kalangan, dalam rangka expanding the circle, tidak hanya pemangku kepentingan perfilman, tapi juga yang berkepentingan dalam konteks Madani/dunia Islam yang ramah, inklusif, dan moderat. Dengan demikian, kita bisa meningkatkan hubungan kebangsaan dan global, dari level toleransi menuju level ko-eksistensi dan mutual benefit antarsemua elemen bangsa.

Selain di Epicentrum XXI dan Metropole XXI, Madani kali ini juga akan digelar di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) yang baru saja diaktifkan setelah hiatus karena program revitalisasi. Dan salah satu ruang putarnya adalah Kineforum. Betul, hal lain yang patut kita sambut dengan gembira adalah kembalinya ruang fisik Kineforum di TIM—kali ini di lantai Gedung Trisno Sumarjo, yang satu gedung dengan Planetarium.

Kineforum, sebagaimana Madani International Film Festival, adalah bagian dari Dewan Kesenian Jakarta. Dan fakta bahwa keduanya berkolaborasi tentu sangat membahagiakan. Semoga langkah-langkah ini menjadi sedikit kontribusi Komite Film untuk menuju tercapainya misi Jakarta Kota Sinema.

Selamat berfestival.

Wassalam.

Ekky Imanjaya, PhD

Ketua Komite Film, Dewan Kesenian Jakarta